Tahukah Kamu, Ternyata Bulan Bergerak Menjauhi Bumi !?

 

 

Ternyata Bulan Bergerak Menjauhi Bumi

Halo Sobat Pedia, apa kabar nih?

Pasti kalian sering menatap langit malam, lalu kagum banget melihat si Bulan yang bersinar terang dan indah sekali. Ada satu hal unik yang pasti pernah kalian rasakan, kan? Saat kita berjalan, naik kendaraan, atau berpindah tempat, kok rasanya Bulan itu ikut bergerak mengikuti ke mana pun kita pergi ya. Kayak ada teman setia yang selalu membayangi perjalanan kita dari atas sana. Dari dulu, dia memang selalu jadi bintang utamanya saat malam tiba. Tapi tunggu dulu, ada fakta seru dan agak bikin kaget yang sudah dibuktikan ilmuwan!  Dan Benar lho, ternyata selain rasanya ikut bergerak sama kita, Bulan juga pelan-pelan tapi pasti sedang menjauh dari Bumi kita!

Kedengarannya agak tidak masuk akal ya? Karena kita tidak akan melihat perubahannya langsung seumur hidup. Tapi tenang saja, ini sudah terbukti lewat riset dan ukur yang akurat banget. Yuk, kita bahas bersama alasannya, kenapa rasanya dia selalu ikut kita, seberapa cepat geraknya menjauh, sama apa dampak serunya nanti!

Kok Bisa? Kenapa Bulan Malah Menjauh?

Penyebab utamanya gaya tarik-menarik alias gravitasi antara Bumi sama Bulan. Interaksi ini bikin efek bernama gaya geser pasang surut. Gampangnya begini ceritanya:

Gravitasi Bulan menarik air laut di Bumi, makanya ada pasang naik dan surut kan? Nah, tapi Bumi berputar lebih cepat dibanding waktu yang dibutuhkan Bulan untuk mengelilingi Bumi. Akibatnya, tumpukan air laut yang tertarik itu posisinya agak maju sedikit, tidak pas lurus sama garis keduanya.

Nah, tumpukan air itu malah menarik Bulan untuk ikutan maju di jalur edarnya. Tarikan sedikit demi sedikit ini kasih energi tambahan, jadinya dia makin cepat gerak dan pelan-pelan menjauh keluar. Efek sampingnya? Putaran Bumi jadi agak melambat, makanya hari-hari lama-kelamaan makin panjang sedikit demi sedikit. Keren kan?

Kenapa Rasanya Bulan Selalu Ikut Kita Pergi?

Pasti penasaran kan, kenapa ke mana pun kita jalan atau lari, Bulan selalu ada di depan atau di samping, seolah-olah mengikuti kita? Jawabannya simpel banget, Sobat Pedia. Alasannya adalah karena jarak Bulan ke Bumi itu sangat jauh, yaitu ratusan ribu kilometer.

Benda yang jaraknya jauh banget, posisinya di langit tidak akan berubah rasanya meskipun kita bergerak cukup jauh di permukaan Bumi. Bayangkan saja, kalau kamu berjalan melewati tiang listrik atau pohon, benda itu akan cepat lewat dan hilang dari pandangan. Tapi kalau kamu melihat gunung atau gedung tinggi yang sangat jauh, posisinya rasanya tetap sama walau kamu sudah berjalan cukup jauh. Nah, Bulan itu jauh lebih jauh dibanding gunung atau gedung mana pun. Jadi, walau kita sudah berkilo-kilometer perginya, posisi Bulan di langit tetap sama saja. Itulah sebabnya dia selalu terasa ikut ke mana pun kita pergi. Ini cuma efek pandangan mata kita saja, ya, bukan dia benar-benar mengikuti kita!

Seberapa Cepat Sih Dia Menjauh?

Tenang saja Sobat Pedia, tidak usah panik takut kehilangan Bulan besok. Geraknya itu cuma sekitar 3,8 sentimeter per tahun lho! Itu kira-kira sama kayak panjang kuku jari yang tumbuh setahun. Kecil banget kan?

Tapi kalau dikumpulin terus jutaan sampai miliaran tahun, ya lama-lama jadi jauh banget jaraknya. Ilmuwan sudah mengukur pakai sinar laser sama cermin yang dipasang astronot di permukaan Bulan saat misi Apollo. Hasilnya akurat banget, tidak ada bohongnya.

Kalau lihat ke masa lalu, saat Tata Surya masih bayi, jarak Bulan sama Bumi dekat banget. Waktu itu dia kelihatan jauh lebih besar dan terang, pasang surut laut juga jauh lebih tinggi dan heboh dibanding sekarang. Beda banget sama kondisi sekarang ya!

Terus, Apa Dampak Kerennya Buat Kita?

Pergerakan menjauh ini bakal jalan terus miliaran tahun lagi, tapi ada batas akhirnya kok. Nah, dampak paling terasa dan seru nih:

Pertama, soal gerhana matahari. Sekarang kan ukuran Bulan di langit pas banget sama Matahari, makanya saat gerhana total, dia bisa menutup Matahari sampai gelap gulita. Nanti ratusan juta tahun lagi, karena makin jauh, dia bakal kelihatan makin kecil. Akibatnya? Tidak ada lagi gerhana matahari total yang keren itu! Yang ada cuma gerhana cincin saja, jadi kurang seru deh nantinya.

Kedua, lamanya waktu sehari. Sekarang kan sehari 24 jam ya? Dulu zaman purba banget, sehari di Bumi cuma sekitar 6 jam saja lho! Nanti ke depannya, karena putaran Bumi makin pelan, sehari bakal makin panjang, bisa jadi 40 sampai 50 jam deh di masa depan yang jauh.

Tapi tenang saja, proses ini tidak selamanya berjalan. Diperkirakan sekitar 50 miliar tahun lagi, Bulan bakal sampai titik paling jauh dan berhenti menjauh. Saat kejadian nanti, lama sehari di Bumi sama lama sebulan di Bulan bakal sama panjangnya, kira-kira 47 hari waktu sekarang. Tapi ingat saja, jauh sebelum itu kejadian, Matahari kita bakal berubah jadi raksasa merah dan mungkin menelan Bumi sama Bulan duluan sih. Jadi santai aja ya!

 

Sobat Pedia,

Fakta kalau Bulan pelan-pelan menjauh dan rasa dia yang selalu ikut ke mana kita pergi, memberi tahu kita kalau alam semesta itu penuh hal seru dan unik lho. Semuanya terus bergerak, berubah, dan punya rahasianya masing-masing. Hal yang kelihatannya biasa saja kayak Bulan di langit, ternyata nyimpen banyak cerita dan ilmu yang keren banget buat dipelajari.

Semoga tulisan ini bikin wawasan kalian makin luas dan makin kagum sama semesta kita ya. Jangan bosan cari tahu hal seru lainnya bareng kita ya. Sampai ketemu lagi di pembahasan selanjutnya, tetap ingin tahu terus ya!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *